Kutabima terdiri dari dua kata yaitu: Kuta dan Bima ,Kuta yaitu diartikan mahkota dan bima adalah tokoh pewayangan anggota dari pandawa lima. Konon Bima dalam perjalanan hidupnya mengalami konflik dengan bala kurawa dan di wilayah Desa Kutabima sekarang dijadikan tempat pertahanan sang Bima, terbukti adanya situ (kolam besar) tempat jatuhnya pantat bima dan mungkal bedil (peluru batu) adalah bekas serangan balakurawa dan banyak yang lainnya. Karena kejayaan Bima itulah diberi Mahkota akhirnya ini diberinama Kutabima.
Adapun kantor Desa Kutabima yang sekarang didirikan oleh lurah ( Kepala Desa ) Bapak Wirasuta setelah dulunya Kantor diwilayah Anggasuta yang sekarang sebagai hutan Negara. Bukti sejarah pada jaman Kepala Desa Bapak Wirasuta dilihat data kepemilikan tanah di sekitar itu dari daerah Negla sampai perapatan grumbul Kutabima sebagian besar dimiliki keturunan Bapak Wirasuta.Tugu batas dan batu nisan tersebut identik dengan tugu tugu buatan Belanda. Hal ini sangat dimungkinkan Kantor Desa Kutabima yang sekarang didirikan pada jaman penjajahan Belanda.Adapun Kepala Desa yang pernah menjabat adalah sebagai berikut: Bapak Marsaen, Bapak Surawijaya, Bapak Arsajaya, Bapak Wirasuta, Bapak Wangsarana, Bapak ketadikrama, Bapak Sutawikrama, Bapak Sudirjo, Bapak Sansuharja, Bapak Sugirwo Supendi, Bapak Sujiono dan Bapak Sutaryo,Bp.H.Turmono,SE.MM >bani Wirasuta-Ketadikrama. (Maret 2013-Feb 2019).
No comments:
Post a Comment