Kutabima, mendengar namanya saja sudah merasa bahwa tempat itu istimewa, modern dan berbudaya satria. Kuta yang menjelaskan bahwa tempat itu adalah tempat peradaban yang sudah maju. Bima, salah satu tokoh dari lima pandhawa yang berkarakter satria, gigih dan pantang menyerah. Tentu nama yang bagus untuk destinasi menggelar proyek pendidikan, budaya, lingkungan, kesehatan dan ekonomi, tepatnya POSDAYA.
Sejarah dan kenyataan mengatakan lain, kutabima adalah sebuah desa dipuncak pegunungan kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap yang langsung berbatas dengan Kabupaten Brebes. Sejarah mengatakan kutabima “Kutabima terdiri dari dua kata yaitu: Kuta dan Bima ,Kuta yaitu diartikan mahkota dan bima adalah tokoh pewayangan anggota dari pandawa lima. Konon Bima dalam perjalanan hidupnya mengalami konflik dengan bala kurawa dan di wilayah Desa Kutabima sekarang dijadikan tempat pertahanan sang Bima, terbukti adanya situ (kolam besar) tempat jatuhnya pantat bima dan mungkal bedil (peluru batu) adalah bekas serangan balakurawa dan banyak yang lainnya. Karena kejayaan Bima itulah diberi Mahkota akhirnya ini diberi nama Kutabima”
Pantas saja, desa itu melahirkan bima bima masa sekarang yang memimpin kutabima sehingga kutabima masih berdiri dengan kokoh dan tegak di puncak pegunungan. Walau akses jalan menuju termasuk kategori sulit, tidak mematahkan semangat warga kutabima untuk menjaga desanya.
Selama Kegiatan KKN
Awal mau menginjak kutabima, jiwa jiwa muda cucu Jenderal Soedirman sempat membelalak mata dan jiwanya melihat keadaan desa Kutabima. Mungkin sempat bertanya pada dirinya sendiri, “apakah ini desa yang akan ku tanam progam kerja posdaya?” Yaa memang benar, kutabima adalah desa yang akan kita dirikan Posdaya.
Lambat laun jiwa jiwa muda mulai terbiasa dengan warga dan keadaan lingkungan. Tak disangka, warga kutabima membuka lebar pintu untuk kita. Sungguh ramah, nasionalis, kompak dan gotong royongnya masih kental, itulah ciri warga Indonesia yang masih tertanam rapi di warga Kutabima. Kami memang terlambat bersyukur, kutabima adalah serpihan surga yang ada di Indonesia.
Pertama kami mengadakan progam bidang lingkungan, membersihkan situ (kolam besar) yang konon situ adalah tempat bersejarah untuk kutabima. Kami datang dengan segenap rasa pesimis apakah warga mau bekerja sama dengan kami, tetapi rasa itu memudar dengan gamblang setelah melihat banyak warga sudah bekerja membersihkan situ sebelum kami datang. Situ yang sebelumnya seperti lapangan, penuh rumput sekarang sudah menjadi bersih dari rumput, bening dan indah.
Progam selanjutnya yang bersentuhan langsung dengan warga adalah penyuluhan pekarangan dan pupuk. Kami juga pesimis, acaranya juga tidak berjalan, garing dan peminatnya sedikit. Kejadian itu memang benar benar terjadi, tidak ada satupun yang datang. Kami sempat gegana menghadapi kejadian itu, tetapi bukan cucu jenderal kalau menyerah begitu saja. Kami bidang lingkungan khususnya bertindak cepat mengatasi masalah tersebut.
Malamnya, kami mengadakan kembali dengan sudah mengundang kelompok tani yang ada di desa Kutabima. Dengan semangat tersisa, kami menjalankan progam itu dengan hati-hati. Kami kembali bersyukur, progam berjalan kondusif, aktif dan lancar. Banyak lontaran kritik membangun untuk desa, kami dan semuanya. Itulah yang membuat kami senang, mereka merespon dengan baik apa yang kami berikan. Walau kadang kami sering geringgingan menhadapi antusias warga
Tidak hanya itu, kegiatan kegiatan lainnya pun berjalan dengan lancar. Semua lapisan masyarakat mendukung kegiatan kami. Mereka berharap sama dengan tujuan kami, warga bisa maju dan berdikari. Kami tidak berharap apa yang kami berikan jadi sia sia, seolah olah sirung terhadap apa yang kita sampaikan. Semoga tidak begitu, kami percaya warga kutabima bisa.
Salam perpisahan
Akhirnya 35 hari sudah berakhir, kami semua berpamitan kepada segenap warga desa Kutabima. Tangis, tawa, canda dan riang mungkin sangat membekas di hati kami, hati yang selalu melekat dalam memori untukmu, Kutabima. Harga pengabdian tidak ada apa apanya dibanding keramahan dan kebaikan warga Kutabima. Kami sangat berterima kasih kepada kepala desa dan jajarannya, tokoh masyarakat serta warga desa pada umumnya, terima kasih sebesar besarnya.
KAMI AKAN MERINDUKANMU, KUTA BIMA....
Tim KKN POSDAYA 2015

No comments:
Post a Comment